Bash, Linux, Server, Sysadmin, Tips, Ubuntu

Schedule Backup Menggunakan Cronjob

Schedule Backup Menggunakan Cronjob akan memudahkan pekerjaan kamu sebagai sysadmin yang biasa memanage sebuah server. Schedule backup biasanya sangat di perlukan, sehingga...

· 1 min read >
Schedule Backup dapat di jalankan menggunakan cronjob. Aris krisna akm.web.id

Schedule Backup Menggunakan Cronjob akan memudahkan pekerjaan kamu sebagai sysadmin yang biasa memanage sebuah server. Schedule backup biasanya sangat di perlukan, sehingga kita tidak perlu repot melakukan hal yang sama setiap hari/minggu/bulan/tahun. Kita cukup membuat script backup tersebut sekali dan seterusnya biarkan schedule yang mengatur.

Untuk kali ini Saya hanya akan membahas penerapan pada sisi cronjob saja, pembuatan script backup sendiri sudah pernah saya bahas pada artikel sebelumnya.

Baca: Shell Script Backup Website Linux Ubuntu

Edit File Cronjob

Saya akan mengedit file cronjob dengan menggunakan perintah;

crontab -e

Lalu Saya akan mendapatkan hasil sebagai berikut;

Schedule Backup dapat di jalankan menggunakan cronjob. Aris krisna akm.web.id

Gambar di atas menunjukan bahwa file crontab yang Saya miliki belum ada perintah cronjob apapun. Nah maka dari itu akan kita isikan sebuah cronjob yang memanggil script backup rutin yang sudah Saya buat.

Terdapat juga disana beberapa contoh cronjob yang dapat di gunakan lengkap dengan keterangan tentang cronjob tersebut. Tapi Saya mempunyai keinginan yang lain.

Menambahkan Script Untuk Schedule Backup

Proses selanjutnya Saya akan menambahkan sebuah script untuk menjalankan backup. Untuk itu Saya menambahkan baris cronjob sebagai berikut;

00 05 * * * bash /home/aris/tarik.sh >> /home/aris/tarik.log

Maksud dari cronjob di atas adalah Saya akan menjalankan script tarik.sh setiap jam 05.00 setiap harinya. Untuk lebih mengerti mengenai perintah yang ada dalam cronjob, kamu juga dapat membaca artikel yang sudah Saya tulis tentang hal tersebut.

Baca: Panduan Cronjob Untuk Pemula

Dengan begitu saya tidak perlu melakukan hal yang sama setiap hari. Cukup membiarkan schedule yang memanggil proses backup tersebut setiap harinya.

Dalam cronjob di atas juga Saya menulis hasil pekerjaan cronjob ke dalam sebuah log, sehingga nantinya saat ada eksekusi yang bermasalah Saya dapat mengetahui kesalahan dari script backup tersebut dengan membaca log.

Oh ya untuk memastikan tidak ada selisih waktu antara waktu Saya dan server (kebetulan lokasi server di Singapore), maka Saya juga mengganti local time pada server menjadi WIB dengan timezone Asia/Jakarta.

Baca: Cara Mengganti Timezone Ubuntu Server

Kesimpulan

Setelah saya membuat Schedule Backup menggunakan Cronjob, Saya tidak perlu repot-repot lagi menjalankan script tarik.sh setiap kali Saya ingin menjalankan proses backup. Tentu itu meringankan pekerjaan saya.

Itulah pengalaman Saya, semoga dapat membantu seseorang suatu hari nanti.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *