Cara Installasi Ubuntu Server 10.04

1. Proses instalasi ubuntu server sebenarnya pada dasarnya sama saja dengan proses instalasi sistem operasi yang lainnya. Namun tidak seperti instalasi pada edisi desktop, edisi server tidak memiliki instalasi grafik tetapi menggunakan menu console.

2. Pastikan booting awal komputer anda pada CD-ROM dan pastikan pula CD ubuntu anda tidak korup.
3. Jika booting awal komputer anda belum pada cd-rom maka rubah terlebih dahulu pada bios-nya. Booting CD-ROM pada PC.

Gambar 4.1 Booting from CD

4. Setelah itu tekan “F10” dan pilih yes atau pilih exit lalu pilih exit saving changes untuk mengsave setting-an bios.

Gambar 4.2 Booting from cd

5. Masukan CD UBUNTU lalu muncul tampilan seperti pada gambar 4.3, Lalu pilih bahasa instalasi sesuai keinginan.

Gambar 4.3 Tampilan saat boot

6. Berikutnya adalah menu instalasi pada langkah ini tentu saja pilih Install Ubuntu Server.

Gambar 4.4 Menu instalasi

7. Instalasi akan dimulai dengan pemilihan bahasa, lokasi, layout keyboard. Untuk mempercepat pilih untuk tidak mendeteksi layout keyboard dan gunakan layout keyboard USA kecuali anda menggunakan layout keyboard yang lain.

8. Lalu muncul pilihan bahasa yang akan di gunakan, tekan enter pada English

Gambar 4.5 Memilih Bahasa Instalasi

9. Memilih Negara yang ditempati, tekan enter pada other.

Gambar 4.6 Memilih Lokasi Negara

10. Tekan enter pada Asia agar kita bisa memilih negara Indonesia.

Gambar 4.7 Pilihan negara

11. Pilih negara Indonesia karna kita memilih negara ini untuk setting lokasi yang kita tempati sekarang.

Gambar 4.8 Pilihan lokasi

12. Pilih “NO” pada Detect keyboard layout.

Gambar 4.9 Pilihan layout keyboard

13. Pada origin of the keyboard pilih USA untuk keyboard .

Gambar 4.10 Pilih USA untuk keyboard

14. Pada keyboard layout pilih USA .

Gambar 4.11 Pilih USA untuk keyboard layout

15. Langkah berikutnya adalah installer akan memeriksa konfigurasi hardware dan setelah itu akan muncul pilihan seperti pada gambar 2.13, setelah itu pilih eth0.

Gambar 4.12 Pilihan network interface

16. Proses konfigurasi jaringan dengan DHCP (Dynamic Host Control Protocol) atau Pendistribusian IP Address secara otomatis.

Gambar 4.13 Konfigurasi jaringan dengan DHCP

17. Proses konfigurasi jaringan dengan DHCP gagal, hal ini disebabkan tidak ditemukan server, tekan enter pada Continue untuk melanjutkan proses instalasi.

Gambar 4.14 Proses DHCP secara manual

18. Tekan enter pada Configure network manually.

Gambar 4.15 Konfigurasi network

19. Masukkan IP Address.

Gambar 4.16 Masukkan IP address

20. Masukkan Netmask.

Gambar 4.17 Masukkan netmask

21. Masukkan Gateway.

Gambar 4.18 Masukkan gateway

22. Masukkan Name Server Address.

Gambar 4.19 Masukkan name server address

23. Masukkan Hostname atau nama komputer .

Gambar 4.20 Masukkan hostname atau nama komputer

24. Masukkan Domain name atau nama domain.

Gambar 4.21 Masukkan Domain name atau nama domain

25. Mengkonfigurasi zona waktu pada kota yang Anda tempati, Tekan enter pada Jakarta yang merupakan WIB sebagai Kota Acuannya.

Gambar 4.22 Mengkonfigurasi zona waktu

26. Proses pendeteksian Disk dan hardware.

Gambar 4.23 Proses pendeteksian Disk dan hardware

27. Lakukan Partisi. Ini adalah langkah yang sangat penting, jika pada sistem anda sebelumnya sudah ada partisi yang berisi data. Jangan terjebak dengan menunya yang disebut guided atau dipandu karena jika anda memilih ini maka semua partisi akan dihapus dan installer akan menggunakan seluruh harddisk. Jadi berhati-hatilah di tahap ini.

28. Tekan enter pada Manual.

Gambar 4.24 Pilih partisi secara manual

29. Jika harddisk yang digunakan belum digunakan sama sekali maka anda harus membuat tabel paritsi terlebih dahulu. Pada tutorial ini kita akan melakukan partisi minimum yang diperlukan yaitu hanya ada dua partisi saja untuk root(/) dan swap area.

30. Pilih Harddisk yang akan dipartisi dan buat tabel partisi kosong.

Gambar 4.25 Pilih harddisk yang akan dipartisi

31. Tekan enter pada label FREE SPACE.

Gambar 4.26 Pilih ruang kosong untuk dibuat partisi

32. Tekan enter pada create a new partition.

Gambar 4.27 Pilih buat partisi baru

33. Tentukan berapa kapasitas yang digunakan.

Gambar 4.28 Tentukan besarnya kapasitas

34. Tekan enter pada Primary untuk mengeset partisi sebagai Primary Partisi.

Gambar 4.29 Tipe partisi

35. Tekan enter pada Beginning untuk melanjutkan proses instalasi.

Gambar 4.30 Pilih lokasi Partisi

36. Tentukan file system, mount point dan lain lain. dalam hal ini kita pilih untuk root saja dengan file system EXT4.

37. Pastikan pada bagian Mount point adalah /.
Selanjutnya tekan enter pada Done setting up the partition untuk melanjutkan instalasi.

Gambar 4.31 Tentukan file system dan mount pointnya

Mohon Maaf Tutorial Di atas belum dapat diselesaikan penulis dikarenakan tugas sekolah yang cukup banyak   oleh kerena itu untuk tutorial lengkap-nya dapat di download DI SINI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *